Tampilkan postingan dengan label Premier League. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premier League. Tampilkan semua postingan

Kemenangan MU di Depan Mata Buyar di Menit Akhir

Desember 25, 2017 5 Comments
Hasil pertandingan Manchester United melawan Leicester City skor akhir 2-2


Judi Bola Indonesia - Manchester United hampir saja mendapatkan kemenangan dalam kunjungannya ke markas Leicester City dalam lanjutan Premier League pekan ke-19, Minggu (24/12) namun kemenangan yang sudah berada di depan mata harus hilang setelah Harry Maguire mencetak gol di menit-menit akhir. 

Bermain di king power stadium, United sempat tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Jamie Vardy. Juan Mata kemudian membalas dengan dua gol sekaligus gol pertama terjadi pada menit ke-40 dan gol kedua pada menit ke-60, hingga waktu normal habis Manchester United masih unggul 2-1 kemudian di menit ke-94 Leicester menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Bermain sebagai tim tamu pasukan Jose Mourinho telah memberikan tekanan pada tuan rumah sejak menit awal, di menit-menit awal MU sudah hampir mencetak gol lewat peluang yang didapatkan diantaranya melalui tembakan yang dilakukan oleh Jesse Lingard. 

Ketika tengah asyik menyerang United malah dikejutkan dengan serangan balik yang dilakukan oleh pasukan The Foxes, tuan rumah lantas mencetak gol pada menit ke-27. Mula-mula Riyad Mahrez yang mendapat bola lambung dari tengah lapangan selanjutnya, ia menyodorkan bola di dalam kotak penalti dan Vardy menyambarnya sehingga berbuah gol. Tertinggal satu gol membuat United semakin kencang melancarkan serangan, MU akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit 40 lewat tendangan Mata pemain asal Spanyol mencetak gol setelah mendapat umpan tarik dari sisi kiri lapangan. 

Paul Pogba sekaligus kapten masa depan MU masih belum bisa membawa United menang


Di babak kedua, Leicester hampir saja kembali unggul atas Manchester United tapi untungnya Victor Lindelof bisa meredam ancaman yang dilakukan Christian Funchs. Dimenit ke 60 MU akhirnya bisa membalikkan keadaan Mata kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah mendapat kesempatan melakukan tendangan bebas dan ia melepas tembakan indah yang melengkung dalam tendangan bebas di depan kotak penalti skor pun berubah menjadi 1-2. Setelah terjadi gol kedua, United punya peluang emas untuk menentukan kemenangan setelah Paul Pogba memberikan umpan pada Marcus Rashford. 

Namun ketika dalam posisi satu lawan satu dengan kiper Rashford terlambat melakukan eksekusi sehingga pergerakannya mampu dibaca. Terdapat tambahan waktu setelah waktu normal habis kemenangan MU yang sudah berada di depan kemudian mata buyar setelah Maguire mencetak gol di menit paling akhir pemain belakang Leicester tersebut menyambar bola setelah mendapat umpan lambung dari Marc Albrighton yang menggetarkan jaring gawang David de Gea maka pertandingan ini pun berakhir imbang dengan skor akhir 2-2. 

Tak hanya itu Legenda Manchester United Gary Neville menyebut skuat setan merah kurang terorganisir dan tak ada pemain yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dalam tim tersebut. Kecaman itu ia lontarkan setelah melihat pasukan Jose Mourinho tersebut menjalani pertandingan melawan Leicester, Neville menyebut Smalling melakukan kesalahan sebab saat cedera ia tidak segera meminta bantuan dari rekan-rekannya untuk memperkuat lini pertahanan hal tersebut justru dilakukan oleh Phil Jones, ia sempat meminta Victor Lindelof untuk pindah dari bek kanan ke bek tengah. 

Bek asal Inggris itu kemudian juga meminta Ander Herrera untuk mengisi pos bek kanan namun Herrera mengabaikannya dan malah menyuruh Henrikh Mkhitaryan untuk mengisi pos tersebut hal ini membuat Neville kian geram, kemudian Phil Jones menyadari bahwa hal itu telah terjadi dan mencoba untuk mengatur kembali pertahanan timnya. Seperti yang saya lihat Ander Herrera menolak untuk mengisi posisi bek kanan dan memberi tahu Henrik Mkhitaryan untuk ke posisi itu, tiba-tiba Smalling duduk dilapangan dan kemudian keluar lapangan dan kemudian kembali di posisi bek tengah. 

Jose Mourinho mengaku pemain MU sangatlah kekanak-kanakan


Anda tidak bisa percaya disorganisasi dan kurangnya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Manchester United pada akhir pertandingan itu dalam sebuah pertandingan yang seharusnya mereka menangkan Jose akan marah pada saat melihatnya kembali. Tak hanya itu Jose Mourinho nampak cukup kesal usai gagal mendapat kemenangan di musim ini United sebenarnya memiliki kans untuk menang saat melawat ke markas Leicester di pekan ke-19 Premier League. Kami dihukum karena kesalahan kami saya katakan ini kehilangan kepemilikan yang kekanak-kanakan. 

Sangatlah mudah dan kemudian anda dihukum diakhir, kami tidak menunjukkan kedewasaan Gol Maguire, menurut Mourinho, terjadi karena tidak ada respon yang bagus dari pemainnya melihat permainan agresif Leicester di menit akhir. Saat itu, Chris Smalling sedang cedera dan Maguire yang berposisi bek maju membantu serangan. Situasi ini tidak diantisipasi dengan baik oleh para pemain Unite, Smalling keluar dari permainan, dan mereka menjadikan Maguire pemain ekstra. Para pemain kami tidak bereaksi pada hal itu, menganalisa dan beradaptasi dengan cepat."

Jadi, saya pikir mereka kekanak-kanakan di dalam kotak penalti, kekanak-kanakan di kotak penalti sendiri. Kami dihukum kehilangan dua poin pada yang mudah untuk dimenangkan," tutup eks manajer Chelsea tersebut. Begitu laga usai, para wartawan pun bertanya mengapa Mourinho memilih Pogba untuk jadi kapten United? Apakah ini pertanda bahwa Pogba akan jadi kapten masa depan United? Dan, berikut jawaban dari Mourinho. "Apakah menurut Anda saya ingin bicara hal itu sekarang? Pada saat ini bersama kapten, Pogba dan Pogba dan Kapten?  



Apakah Anda memiliki pertanyaan yang lain terkait pertandingan hari ini," kata Mourinho. Tak puas dengan jawaban manajer asal Portugal, para wartawan masih mendesak Mourinho untuk menjawab pertanyaan soal ban kapten yang ada di lengan Pogba. "Ini sudah berada di luar area. Selamat Natal," pungkas Mourinho, Sementara itu, laga antara United kontra Leicester tidak berakhir menyenangkan bagi Mourinho. Meski sempat unggul 2-1 dari dua gol Juan Mata, Setan Merah harus puas dengan skor imbang 2-2 usai Leicester mencetak gol di menit akhir dari aksi Harry Maguire.

Susunan Pemain
 
LEICESTER (4-2-3-1): Schmeichel; Simpson (Amartey 57), Morgan, Maguire, Fuchs; Ndidi, Iborra (Okazaki 67); Mahrez, Gray (Chilwell 80), Albrighton; Vardy.

 
MANCHESTER UNITED (4-2-3-1): De Gea; Jones, Lindelof, Smalling, Young; Pogba, Matic; Lingard (Herrera 76), Mata (Mkhitaryan (83), Martial (Rashford 71); Lukaku.



Hasil Pertandingan Arsenal vs Liverpool: Skor 3-3

Desember 23, 2017 3 Comments
 
Berikut hasil pertandingan Arsenal melawan Liverpool skor berunjung imbang


Judi Bola Terpercaya - Arsenal dan Liverpool harus puas berbagi angka setelah kedua bermain imbang dalam thriller enam gol dilanjutan Premier League pekan ke-19 yang dihelat di Emirates Stadium, (23/12) dini hari WIB skor akhir pun menjadi 3-3. 

The Reds unggul dua gol lebih lewat Philippe Coutinho dan Mohamed Salah, Arsenal sempat berbalik memimpin berkat tiga gol dalam waktu lima menit masing-masing lewat Alexis Sanches, Granit Xhaka dan Mesut Ozil. Liverpool pun memaksakan hasil imbang berkat gol Roberto Firmino. Laga berlangsung cukup seimbang di awal babak pertama. Kedua tim masih mencoba membongkar pertahanan lawan masing-masing Liverpool mendapat pukulan cukup telak ketika kapten Jordan Henderson mengalami cedera dan tak bisa melanjutkan pertandingan. 


Posisinya pun digantikan James Milner di menit 13, Tim tamu mulai cukup nyaman menekan pertahanan Arsenal. Hasilnya pun didapat di menit 26. Lewat sebuah serangan cepat, bola kiriman Salah mengenai kaki Laurent Koscielny dan sukses disundul Coutinho melewati Petr Cech. Skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool. Firmino, Salah dan Sadio Mane memiliki peluang untuk menambah keunggulan The Reds di paruh pertama, sayang tak satupun yang berbuah gol. Keunggulan Liverpool 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Sundulan Alexis Sanchez gagal di bendung oleh kiper Liverpool dan berbuah gol

Kembali dari kamar ganti, Arsene Wenger melakukan perubahan dengan menarik keluar Nacho Monreal dan memasukkan Shkodran Mustafi Namun perubahan di lini belakang tak membuat pertahanan Arsenal mengalami peningkatan performa. Justru Liverpool yang sukses menggandakan keunggulan, kali ini lewat Salah di menit 52. Usai melakukan kerjasama dengan Firmino, sayap asal Mesir melepas tembakan kaki kiri yang sempat menyentuh Mustafi dan tak bisa dijangkau Cech. Tim tamu kini memimpin 2-0.

Arsenal memberi respon cepat terhadap gol tersebut. Semenit berselang, crossing terukur yang dilepas Hector Bellerin dari sisi kanan berhasil disundul Sanchez menjadi gol. Gol ini membuat mentalitas The Gunners meningkat. Hasilnya dua menit kemudian Xhaka membuat skor menjadi imbang 2-2 lewat tembakan roket dari jarak jauh yang tak bisa dihadang Simon Mignolet. Publik Emirates Stadium bergelora ketika dua menit selanjutnya Ozil menggetarkan gawang Mignolet lewat sebuah sontekan pelan sekaligus melengkapi comeback luar biasa dengan tiga gol dalam kurun waktu lima menit.

Jurgen Klopp benar-benar dibuat marah dengan keadaan ini. Bagaimana tidak, sudah unggul dua gol dan tampil dominan hampir sepanjang laga, kini timnya malah tertinggal. Usaha Liverpool untuk mengejar ketinggalan akhirnya membuahkan hasil di menit 71. Menerima umpan Emre Can, Firmino melepas tembakan yang sebenarnya masih bisa ditahan Cech, tapi bola terus meluncur menjadi gol. Kedua tim saling bertukar serangan di sisa pertandingan. Namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor imbang 3-3 pun menjadi hasil akhir laga ini.

Hasil imbang ini membuat kedua tim tetap tak bergerak di tabel klasemen. Liverpool menempati peringkat empat dengan koleksi 35 poin, unggul satu angka dari Arsenal yang berada satu trip di bawahnya. Drama enam gol terjadi pada pertandingan Premier League Hasil ini tak mengubah posisi kedua tim di klasemen Premier League. Liverpool tetap di urutan ke-4 dengan 35 poin dari 19 laga, unggul satu angka atas Arsenal. 
 
Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengalami cedera pada laga Premier League semalam
 
Pada laga ini, Liverpool harus kehilangan sang kapten, Jordan Henderson, sejak menit ke-13. Dia mengalami cedera sehingga digantikan James Milner. Kendati demikian, Liverpool tetap bisa menjaga ritme permainan dan unggul terlebih dulu pada menit ke-26. Bermula dari sepakan Mohamed Salah yang diblok Petr Cech, bola rebound langsung disundul Coutinho ke gawang, Pertandingan pada babak kedua berjalan lebih seru dan ramai gol. Liverpool memperlebar jarak menjadi 2-0 berkat gol Salah pada menit ke-52, memanfaatkan serangan balik kilar.

Tertinggal dua bola tak lantas bikin Arsenal patah arang. Mereka bahkan sanggup membalikkan keadaan dalam waktu hanya lima menit. Satu menit selepas dibobol Salah, Arsenal memangkas selisih skor melalui gol sundulan Sanchez. Tim tuan rumah akhirnya bisa mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-56 setelah tembakan jarak jauh Xhaka tak bisa diantisipasi Simon Mignolet dengan baik. Usaha Meriam London untuk membalikkan keadaan berbuah hasil manis pada menit ke-58. Gol terjadi setelah umpan tumit dari Alexandre Lacazette diselesaikan oleh Oezil dengan tendangan mendatar ke tiang jauh.

Liverpool tak diam begitu saja. Memasuki menit ke-71, gol dari Firmino membuat kedudukan kembali imbang. Sebenarnya sepakan sang striker sudah bisa dihalau kiper Petr Cech, tetapi bola tetap bergulir masuk ke gawang. Gol Firmino ini menjadi penutup drama enam gol di Stadion Emirates. Arsenal dan Liverpool harus puas dengan hasil imbang 3-3.
 

Arsenal 3-3 Liverpool (Alexis Sanchez 53', Granit Xhaka 56', Mesut Oezil 58'; Philippe Coutinho 26', Mohamed Salah 52'; Roberto Firmino 71')

Arsenal: 33-Petr Cech, 18-Nacho Monreal (Shkodran Mustafi 46'), 6-Laurent Koscielny, 24-Hector Bellerin, 30-Ashley Maitland-Niles, 11-Mesut Oezil, 10-Jack Wilshere, 29-Granit Xhaka, 17-Alex Iwobi (Danny Welbeck 78'), 7-Alexis Sanchez (Theo Walcott 89'), 9-Alexandre Lacazette

Pelatih: Arsene Wenger

Liverpool: 22-Simon Mignolet, 17-Ragnar Klavan, 6-Dejan Lovren, 26-Andrew Robertson, 12-Jo Gomez, 14-Jordan Henderson (James Milner 13'), 10-Philippe Coutinho (Alex Oxlade-Chamberlain 84'), 23-Emre Can, 9-Roberto Firmino, 11-Mohamed Salah, 19-Sadio 
Mane (Georginio Wijnaldum 80')

Pelatih: Juergen Klopp